DAMRI Pertahankan Stabilitas Layanan untuk 2,8 Juta Pelanggan Selama Dinamika Lebaran

Di tengah dinamika yang terjadi selama periode Lebaran 1447 H/2026, DAMRI berhasil mencapai hasil yang menggembirakan dengan melayani lebih dari 2,8 juta pelanggan. Angka ini mencerminkan peningkatan sekitar 35 persen dibandingkan dengan jumlah pelanggan pada Angkutan Lebaran 2025 yang sebesar 2,06 juta. Capaian ini menunjukkan betapa pentingnya peran DAMRI dalam mendukung mobilitas masyarakat saat hari raya.
Peningkatan Mobilitas dan Adaptasi Layanan
Peningkatan jumlah pelanggan ini sejalan dengan tingginya mobilitas masyarakat yang terwujud sejak sebelum hingga setelah perayaan Lebaran. Berbagai faktor berkontribusi pada hal ini, antara lain fleksibilitas waktu perjalanan dan kebijakan work from anywhere (WFA) yang mendorong penyebaran waktu mudik dan arus balik menjadi lebih merata. Dengan tingkat mobilitas yang semakin dinamis, layanan transportasi harus beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Pola Pergerakan Pelanggan yang Dinamis
Selama pelaksanaan Angkutan Lebaran, pola pergerakan pelanggan menunjukkan tren yang menarik. Peningkatan jumlah penumpang mulai terlihat sejak H-10 Lebaran, mencapai puncaknya pada tanggal 17 Maret 2026. Setelah itu, kembali terjadi peningkatan selama fase arus balik yang berlangsung sekitar 25 Maret 2026. Hal ini menggambarkan bahwa perjalanan masyarakat kini tidak lagi terfokus pada satu waktu tertentu, melainkan berlangsung dengan lebih variatif dan fleksibel.
Tantangan dalam Menjaga Stabilitas Layanan
“Dengan peningkatan pelanggan yang signifikan, tantangan kami bukan hanya pada volume tetapi juga bagaimana menjaga perjalanan tetap stabil di tengah pergerakan yang semakin dinamis,” ungkap P. Septian Adri S., Head of Corporate Communication DAMRI. Ia menambahkan bahwa fokus pengelolaan operasional adalah untuk memastikan kelancaran layanan di berbagai titik perjalanan, agar pelanggan merasa nyaman dan aman.
Optimalisasi Armada dan Frekuensi Perjalanan
Untuk mengatasi tingginya mobilitas yang terjadi, DAMRI telah mengoperasikan lebih dari 1.500 unit armada yang disiapkan secara optimal. Pada periode puncak, jumlah armada ini meningkat menjadi sekitar 1.800 unit, dengan frekuensi perjalanan yang mencapai lebih dari 108 ribu ritase selama Angkutan Lebaran 2026. Peningkatan ini menunjukkan komitmen DAMRI untuk memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, dengan pengelolaan operasional yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan.
Peningkatan Pengawasan Operasional
Selama periode Angkutan Lebaran, DAMRI juga memperkuat pengawasan operasional melalui Central Control Room yang beroperasi 24 jam. Selain itu, sejumlah titik pemantauan dan dukungan teknis telah disiapkan di berbagai wilayah untuk memastikan kesiapan armada dan kru tetap optimal. Ini adalah langkah proaktif untuk menghadapi tantangan yang mungkin muncul dalam perjalanan pelanggan.
Kerjasama Seluruh Tim DAMRI
Capaian yang diraih tidak lepas dari kerja keras seluruh insan DAMRI dalam menjaga kualitas layanan. Setiap pengalaman operasional, mulai dari pengelolaan pergerakan pelanggan, penguatan layanan di titik keberangkatan, hingga koordinasi lintas fungsi, menjadi fondasi bagi DAMRI untuk terus menyempurnakan kualitas layanan secara berkelanjutan. Sinergi antar tim di lapangan dan di belakang layar sangat vital untuk memastikan semuanya berjalan dengan baik.





