Polsek Cikande dan Muspika Kibin Dorong Pertanian Jagung Berkelanjutan Bersama BUMDes Bina Rakyat

Pertanian jagung berkelanjutan telah menjadi fokus utama dalam upaya mencapai swasembada pangan di Indonesia, terutama menjelang tahun 2026. Polsek Cikande bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Rakyat dari Desa Cijeruk berkomitmen untuk mengimplementasikan program ini melalui aksi nyata di lapangan. Masalah ketahanan pangan yang semakin mendesak mendorong berbagai pihak untuk berkolaborasi, dan langkah yang diambil di Kecamatan Kibin ini adalah salah satu contohnya. Melalui pertanian jagung yang berkelanjutan, harapan untuk menciptakan ketahanan pangan yang kuat dapat diwujudkan.
Pelaksanaan Aksi Penanaman Jagung
Pada tanggal 4 Juni 2026, aksi penanaman jagung berkelanjutan diadakan di lahan pertanian Kampung Darat Sawah, Desa Cijeruk, Kecamatan Kibin, Kabupaten Serang. Kegiatan ini dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk pihak kepolisian dan pemerintah setempat.
Peran BUMDes dan Pemangku Kepentingan
Program ini dilaksanakan di atas lahan seluas 3 hektar yang dikelola oleh Yadi Supriyadi, selaku Ketua BUMDes Desa Cijeruk. Keterlibatan BUMDes sangat penting dalam pengelolaan sumber daya lokal untuk meningkatkan produktivitas pertanian. Sinergi antara BUMDes, Polsek, dan Muspika setempat menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pertanian jagung berkelanjutan.
Komitmen Polres Serang
Langkah ini merupakan respons nyata terhadap instruksi Kapolres Serang, AKBP Andri Kurniawan, yang mendorong seluruh jajaran Polres Serang untuk berperan aktif dalam memperkuat ketahanan pangan. Dalam arahan tersebut, Polri tidak hanya berfungsi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pendorong perubahan positif dalam masyarakat, terutama di sektor pertanian.
Partisipasi Masyarakat dan Pemangku Kepentingan
Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolsek Cikande, AKP Fredo Leonard, serta Camat Kibin dan perwakilan dari kelompok tani. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh dari pemerintah dan institusi keamanan dalam mendorong pertanian lokal.
Prosesi dan Doa Bersama
Acara dimulai dengan pembacaan doa bersama untuk memohon kelancaran dalam proses penanaman hingga panen. Prosesi penanaman jagung dilakukan secara simbolis oleh Kapolsek Cikande bersama para pemangku kepentingan dan perwakilan masyarakat. Momen ini menjadi simbol harapan bagi pertanian jagung berkelanjutan di daerah tersebut.
Bantuan untuk Petani
Polsek Cikande juga memberikan dukungan berupa bantuan pupuk sebanyak 100 Kg pupuk NPK dan 100 Kg pupuk Urea. Ini adalah bagian dari upaya untuk meningkatkan hasil pertanian dan memotivasi petani agar lebih produktif. Bantuan tersebut melengkapi logistik pertanian yang sebelumnya sudah tersedia, termasuk 47 Kg bibit jagung berkualitas dan 300 karung kotoran ayam sebagai pupuk organik.
Implementasi Program Pangan
Menurut AKP Fredo Leonard, penanaman jagung pada kuartal kedua tahun 2026 ini adalah implementasi dari program presisi yang dicanangkan oleh Kapolres Serang. Program ini sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat yang menekankan pentingnya kedaulatan pangan di Indonesia.
Komitmen Polri terhadap Ketahanan Pangan
AKP Fredo menegaskan bahwa institusi Polri berkomitmen untuk tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi juga aktif dalam memberikan solusi nyata di sektor pangan. Sinergitas antara Polsek, BUMDes, dan kelompok tani diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang berkelanjutan.
Optimisme Mencapai Swasembada Pangan
Melalui kolaborasi yang solid antara Polsek Cikande, BUMDes Bina Rakyat, Muspika, dan masyarakat, optimisme untuk mencapai target swasembada pangan pada tahun 2026 semakin kuat, khususnya di Kabupaten Serang. Dukungan yang diberikan diharapkan dapat memotivasi para petani untuk memaksimalkan pengelolaan lahan mereka.
Antusiasme Masyarakat
Sampai berita ini diturunkan, proses penanaman jagung di lapangan masih berlangsung dengan lancar. Antusiasme masyarakat Desa Cijeruk sangat tinggi, menandakan bahwa mereka memiliki harapan besar terhadap pertanian jagung berkelanjutan. Kegiatan ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan.
Menjadi Contoh Kolaborasi Berkelanjutan
Sinergi antara Polsek Cikande, BUMDes, dan masyarakat ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam upaya mendongkrak roda perekonomian sektor pertanian. Kolaborasi yang terjalin dengan baik akan menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan bagi ketahanan pangan nasional.
- Penanaman jagung di lahan seluas 3 hektar.
- Pemberian bantuan pupuk untuk meningkatkan hasil pertanian.
- Partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat.
- Komitmen Polri dalam mendukung program ketahanan pangan.
- Antusiasme tinggi dari warga Desa Cijeruk.
Dengan langkah-langkah yang tepat dan kolaborasi yang erat, pertanian jagung berkelanjutan di Kecamatan Kibin berpotensi menjadi model sukses yang dapat diterapkan di berbagai daerah lainnya di Indonesia. Kegiatan ini bukan hanya sekadar penanaman, tetapi merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan pangan bagi generasi mendatang.






