Gubsu Ajak FORKAPPSI Tingkatkan Kerjasama Antarprovinsi untuk Ketersediaan Pangan dan Pengendalian Inflasi

Pangan adalah salah satu kebutuhan mendasar yang harus dijamin ketersediaannya untuk mendukung kehidupan masyarakat. Namun, tantangan dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan pengendalian inflasi semakin kompleks. Di tengah situasi ini, kerjasama antarprovinsi menjadi sangat penting untuk memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau. Gubernur Sumatera Utara, M. Bobby Afif Nasution, menekankan perlunya kolaborasi di antara daerah selama pembukaan Rapat Koordinasi Nasional Forum Komunikasi Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (FORKAPPSI) yang berlangsung di Parapat, Kabupaten Simalungun. Dalam forum ini, ia mengajak semua pihak untuk memperkuat sinergi demi mencapai tujuan bersama dalam menghadapi tantangan ini.
Pentingnya Kerjasama Antarprovinsi dalam Pengelolaan Pangan
Dalam sambutannya, Bobby Nasution menyampaikan bahwa kerjasama antarprovinsi adalah kunci untuk mengatasi berbagai isu pembangunan, terutama dalam sektor pangan dan pengendalian inflasi. Ia menegaskan bahwa tidak mungkin sebuah daerah dapat berdiri sendiri dalam menghadapi tantangan yang ada. Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan akan ada stabilitas dalam pasokan dan harga pangan, yang dalam banyak kasus menjadi penyebab inflasi, seperti pada komoditas cabai merah.
“Kita harus bersinergi, tidak hanya dalam lingkungan internal daerah, tetapi juga dengan daerah lain. Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa semua provinsi dapat saling mendukung dalam hal ketersediaan pangan,” ujar Bobby. Ia menekankan bahwa pola kerjasama ini perlu diperluas, dengan melibatkan badan penghubung di setiap provinsi untuk memperkuat kerjasama yang konkret.
Peran Badan Penghubung dalam Memfasilitasi Kerjasama
Bobby berharap setiap kepala badan penghubung di provinsi dapat mendorong terbentuknya minimal dua hingga tiga kerjasama yang dapat memberikan dampak positif dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan pengendalian inflasi. Kerjasama ini tentunya harus melibatkan semua pihak, termasuk sektor swasta dan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah).
- Mendorong kerjasama yang konkret antara provinsi.
- Memfasilitasi pertukaran informasi dan pengalaman antar daerah.
- Mengembangkan inisiatif bersama untuk meningkatkan produksi pangan.
- Menjaga stabilitas harga komoditas pangan.
- Memperkuat koordinasi antara instansi pemerintah dan swasta.
Kolaborasi yang baik antarprovinsi tidak hanya akan meningkatkan ketersediaan pangan, tetapi juga dapat mengurangi beban inflasi yang sering kali membebani masyarakat. Dalam hal ini, kerjasama antar BUMD juga menjadi krusial untuk menciptakan kekuatan ekonomi baru yang dapat mendukung pembiayaan pembangunan.
Rakornas FORKAPPSI: Platform untuk Berbagi dan Berkolaborasi
Rakornas FORKAPPSI yang diselenggarakan pada 11 hingga 13 Juni 2026 ini menjadi ajang penting bagi seluruh anggota untuk berkumpul dan membahas strategi bersama dalam mengatasi inflasi dan meningkatkan ketersediaan pangan. Dengan tema “Kolaborasi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk Mencegah dan Mengatasi Inflasi melalui Peningkatan Kerjasama Daerah dalam Bidang Penyediaan Bahan Pangan”, acara ini dihadiri oleh 117 peserta dari berbagai provinsi.
Ketua FORKAPPSI Indonesia yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Penghubung Pemerintah Provinsi Sumatera Utara di Jakarta, Ichsanul Arifin Siregar, menjelaskan bahwa forum ini merupakan kesempatan untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah. “Tema yang diangkat mencerminkan urgensi sinergi antarpemerintah daerah dalam menjaga ketersediaan dan distribusi bahan pangan,” ungkapnya.
Manfaat Strategis dari Kerjasama Antarprovinsi
Melalui rakornas ini, diharapkan setiap peserta dapat menggali pengalaman yang akan memperkuat langkah-langkah kolaboratif untuk meningkatkan efektivitas pemantauan ketersediaan pangan. Beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari kerjasama antarprovinsi antara lain:
- Peningkatan efisiensi dalam distribusi pangan antar daerah.
- Stabilitas harga pangan yang dapat mengurangi inflasi.
- Pengembangan program-program inovatif untuk meningkatkan produksi pangan.
- Peningkatan akses masyarakat terhadap pangan yang berkualitas.
- Penguatan jaringan antara pemerintah dan sektor swasta.
Dengan membangun kerjasama yang solid, diharapkan dapat tercipta sistem yang lebih kuat dalam penyediaan pangan, sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Kerjasama antarprovinsi, yang didukung oleh badan penghubung, akan menciptakan sinergi yang bermanfaat bagi semua pihak.
Menanggapi Tantangan dan Menciptakan Solusi Bersama
Situasi global yang tidak menentu, ditambah dengan dampak perubahan iklim, menjadikan tantangan dalam ketersediaan pangan semakin kompleks. Oleh karena itu, kerjasama antarprovinsi sangat diperlukan untuk merespons tantangan ini secara efektif. Dengan berbagi sumber daya dan informasi, daerah-daerah dapat saling mendukung dalam menghadapi krisis yang mungkin muncul.
“Kita perlu bersiap dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Jika kita tidak berkolaborasi, maka kita akan kesulitan dalam mengatasi masalah yang ada. Kerjasama antarprovinsi adalah jalan keluar yang harus kita ambil,” tegas Bobby Nasution.
Peran Aktif Masyarakat dalam Kerjasama Pangan
Penting untuk diingat bahwa kerjasama antarprovinsi tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat dalam program-program ketahanan pangan akan memperkuat hasil yang dicapai. Misalnya, komunitas lokal dapat berperan dalam:
- Mendukung program pertanian berkelanjutan.
- Memastikan distribusi pangan yang adil di tingkat lokal.
- Meningkatkan kesadaran akan pentingnya konsumsi pangan lokal.
- Berperan serta dalam pengawasan harga pangan di pasar.
- Memberikan masukan kepada pemerintah mengenai kebutuhan masyarakat.
Dengan melibatkan masyarakat, kerjasama antarprovinsi akan lebih efektif dan dapat memberikan dampak yang lebih besar dalam upaya menjaga ketersediaan pangan dan pengendalian inflasi.
Kesimpulan
Kerjasama antarprovinsi adalah strategi vital yang harus diimplementasikan untuk mengatasi tantangan pangan dan inflasi. Forum komunikasi seperti FORKAPPSI menjadi platform yang efektif untuk menciptakan sinergi antara pemerintah daerah. Melalui kolaborasi yang solid dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan ketersediaan pangan dapat terjamin dan inflasi dapat dikendalikan, demi kesejahteraan bersama.



